Wabah Virus Corona dan Tawaran Inovasi Investasi Properti?

Wabah Virus Corona dan Tawaran Inovasi Investasi Properti

Pembaca yang Budiman. Doa dan harapan kami, bagaimana pun kondisi bisnis saat ini, jangan pernah menyerah dan berhenti berinovasi. Meski serangan virus Corona masih mengancam dan berdampak pada berbagai binsis, termasuk properti, selalu ada peluang yang bisa dikuak. Jika rajin mengolah ide dan inovasi, masih banyak celah pasar yang tersembunyi dan bisa kita olah.

Di tengah melemahnya penjualan properti kelas atas, termasuk vila, produk investasi properti dengan harga yang menarik, seakan menjadi oase baru bagi investor kelas atas dan menengah yang sudah menunggu lama.

Para pengembang fokus berusaha menciptakan produk properti yang memiliki recuring income dan sustain. Positioning mereka sangat jelas sebagai “Specialist Productivity Property”. Dan menggabungkan dua konsep yakni properti dan bisnis, pertama properti yang akan menjamin keamanan investasi dan capital gain serta kedua bisnis yang menghasilkan cashflow (income) berkelanjutan

Dalam inovasi yang ditawarkan, para pengembang menciptakan beragam productivity property yang  dikembangkan seperti Villa, Condotel, Kostan, Co working space, Kebun, Bisnis .

Pembaca, di tengah kian mewabahnya virus corona,tak pelak juga bakal mempengaruhi pasar properti, baik global, regional maupun lokal. Mulai dari menurunnya calon pembeli potensial, sampai kemungkinan tertundanya jadwal serah terima proyek-proyek properti yang sebagian menggunakan tenaga kerja atau pun material impor dari China. Di sejumlah negara, dampaknya sudah terasa karena konsumennya adalah warga negara asal China.

Beruntung pembeli dan investor properti di tanah air masih didominasi warga local sehingga tidak terlalu berdampak pada kelanjutan pemasaran. Yang agak sedikit berdampak adalah industry wisata, khususnya perhotelan yang memperlihatkan penurunan tingkat hunian yang lumayan besar.

Bagi pengembang properti yang proyeknya mengandalkan material dari China seperti lift, eskalator, bahan bangunan dan furnitur, ada kemungkinan agak sedikit mengalami keterlambatan serah terima karena harus menunggu atau mengubah spesifikasinya.  Namun, bagi produsen material lokal yang selama ini agak terganggu oleh hadirnya produk China seperti keramik misalnya, justru akan diuntungkan akibat terganggunya impor keramik China ke Indonesia.